APLIKASI M21 DAN BIOTOGROW UNTUK TANAMAN MELON

Menanam melon agar pertumbuhan tanaman melon bagus, maksimal, tahan hama, dan tahan penyakit. Kuncinya bisa menggunakan Decomposer M21 dan BiotoGrow.

Sobat petani di Indonesia kali ini kita akan membahas tanaman buah melon. Jadi, banyak sekali sobat tani yang berkonsultasi mengenai buah melon, karena menanam melon seperti merawat bayi, harus benar-benar telaten, serius dan hati-hati. Karena apa? karena modalnya besar tapi hasil akhirnya bisa besar juga bisa kecil, harganya sesuai harapan ataupun tidak. Nah, Sobat Petani di Indonesia berikut pembahasannya.

  1. Persiapan Lahan

Untuk menyiapkan lahan melon supaya nanti pertumbuhan tanaman melon bagus, maksimal, tahan hama, dan tahan penyakit. Kuncinya bisa menggunakan Decomposer M21. Ini adalah bagian dari paket 2 ampuh. Pertama untuk mengembalikan kesuburan tanah ataupun lahan yang akan ditanami melon akibat residu daripada pupuk kimia, pestisida kimia maupun herbisida kimia. Dosisnya untuk M21 adalah 100-150ml untuk 1 tangki air. Bisa 200ml bagi petani yang belum pernah menggunakannya sama sekali atau mudahnya takaran 1 air minum gelas bisa di kurangi sedikit. Disemprotkan langsung ke lahan sebelum ditutupi mulsa. Pada saat menggunakan pupuk kandang,  dolomit baru bisa di semprotkan decomposer yaitu M21 ini. Kemudian ditutupi mulsa, bagi yang sudah ditutupi mulsa bisa langsung di kocorkan di lubang-lubang mulsanya.

Bagi yang tidak pakai mulsa, bisa langsung disemprotkan saja. “Pak kalau yang sudah nanam tapi lupa belum diaplikasin M21 gimana?” Bisa, silahkan di kocorkan didalam mulsanya walaupun sudah ada tanamannya tidak masalah, dosisnya tetap sama. Supaya tanaman melonnya tumbuh lebih maksimal dan lebih tahan serangan hama dan juga penyakit. Ini adalah untuk aplikasi M21.

  1. Aplikasi Tanaman Melon

Dimulai dari pembenihan, rendam benih dengan BiotoGrow 1 sendok jika benih sedikit, jika benihnya banyak bisa dengan 1 tutup BiotoGrow di campurkan dengan air secukupnya. Kemudian, saat persemean juga disemprotkan, untuk 1 tangki cukup dengan 1 tutup. Kalau yang disemai tidak banyak bisa dikurangi frekuensi atau jumlahnya, dengan takaran setengah tutup atau 1 sendok sudah cukup dan disemprotkan secara merata. Setelah pindah tanam, umur 7 hari- 10 hari bisa disemprotkan dengan dosis 2 tutup dan ini juga bisa di kocorkan.

Kemudian dalam aplikasi interval, untuk normalnya adalah 7 hari sekali – 10 hari sekali. Pada saat menggunakan pupuk kimia dan pestisida bisa di aplikasikan bersamaan. Untuk penggunaan pupuk kimia atau pestisida intervalnya hanya 3 sampai dengan 5 hari sekali dan tetap dimasukkan BiotoGrow dengan dosis 2 tutup. Jika sudah mulai pembuahan bisa diaplikasikan yaitu dengan 3 tutup, agar pertumbuhan melonnya bagus dan maksimal.

Ada kabar testimoni dari sobat petani seluruh Indonesia yang pertama dari Bapak Meri yang tanaman melonnya terkendala keracunan herbisida atau obat rumput. Jadi, pada saat penyemprotan mungkin lupa di bekas tangki nya ada obat rumput sehingga tanamannya mengalami kendala. Alhamdulillah setelah diaplikasikan dengan M21 kemudian di semprotkan dengan Biotogrow pertumbuhan melonnya bisa normal kembali dan panennya bisa berhasil dan sukses.

Yang kedua dari Pekan baru yaitu Pak Edi kebetulan juga menanam Melon Golden dan daging putih yaitu kendala terkena penyakit Kresek atau serangan jamur. Alhamdulillah bisa diatasi dengan M21 dan BiotoGrow. Bagi sobat petani di Indonesia bisa langsung melihat di chanel youtube kami.

Nah, Sobat Petani di Indonesia nantikan tips-tips menarik dan solusi jitu tentang semua permasalahan pertanian hanya di Panen Tenan bersama dengan Bang Jhon !!

Temukan Kami di :

Facebook : biotogrow

Youtube : PUPUK ORGANIK PROBIOTIK

Website : www.agroprobiotik.com

Instagram:  www.instagram.com/nutrisi_organik_probiotik

 

 

Related posts

Leave a Comment