CARA FERMENTASI PUPUK KANDANG SUPER

 

Sobat tani, perlu diketahui bahwa kotoran ternak yang masih segar belum bisa digunakan sebagai pupuk kandang. Karena kotoran ternak yang masih segar masih dalam proses penguraian yang menimbulkan peningkatan suhu, sehingga jika diberikan langsung ke tanaman sebagai pupuk, tanaman akan layu bahkan mengakibatkan kematian. Kotoran ternak ini bersifat panas karena mengandung amonia yang tinggi. Walaupun amonia berfungsi untuk meningkatkan hasil produksi tanaman, namun kandungan amonia yang terlalu tinggi dapat membakar tanaman.

Gejala yang ditimbulkan akibat kesalahan penggunaan pupuk ini terlihat dari daun tanaman yang berubah warna menjadi kuning/cokelat seperti gosong dan akar yang menghitam. Selain itu, di dalam kotoran ternak ini juga terkandung bakteri patogen yang dapat merusak tanaman apabila langsung digunakan sebagai pupuk. Oleh karena itu sangat diperlukan fermentasi untuk membunuh bakteri, parasit atau bahan berbahaya lainnya.

Proses fermentasi/pembusukan berfungsi untuk menguraikan bahan-bahan organik yang terkandung dalam kotoran ternak untuk dijadikan sebagai sumber-sumber hara yang stabil dan bisa diserap tanaman. Saat proses fermentasi berlangsung, kotoran ternak akan mengeluarkan panas, energi panas ini akan membunuh bibit penyakit dalam kotoran dan mematikan biji-bijian gulma (penyebab tanaman liar). Sehingga kotoran ternak yang telah melewati proses fermentasi menjadi relatif lebih aman dari penyakit dan hama tanaman.

Pembuatan pupuk kandang akan lebih mudah dengan menggunakan M-21 dan dengan takaran yang tepat. Proses fermentasi pupuk kandang sebagai berikut :

  1. Siapkan plastik atau terpal sebagai dasar dan tutup.
  2. Letakkan pupuk kandang diatas plastik atau terpal.
  3. Sebar dolomit diatas pupuk kandang secara merata.
  4. Semprot dengan air yang dicampur M-21 secara merata dengan takaran 100 ml per tangki.
  5. Tumpuk lagi dengan pupuk kandang dan dolomit kemudian disemprot M-21, lakukan berulang kali hingga selesai.

Sobat tani tidak perlu mengaduk-aduk lagi pupuk kandang yang sedang difermentasi, cukup didiamkan dan ditutup selama 1 minggu dan pupuk kandang siap digunakan di lahan pertanian. Lebih ringkas, hemat waktu, dan tenaga serta tidak menghabiskan banyak biaya. Selain itu M-21 memiliki banyak manfaat lain seperti :

  1. Menyuburkan dan menggemburkan tanah yang tandus atau rusak serta kandungan tanah yang terlalu asam.
  2. Pembenah tanah sehingga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang rusak akibat pemakaian bahan kimia jangka panjang.
  3. Mencegah serangan layu bakteri dan layu fusarium serta moler pada bawang merah dan tanaman horti lainnya.
  4. Mencegah akar gada dan busuk pangkal batang pada tanaman.
  5. Mengurai kotoran pada septitank dan menghilangkan bau busuk pada limbah atau kotoran.
  6. Mempercepat pembuatan pupuk kompos/kandang, urine atau limbah fermentasi.
  7. Memperbanyak plankton dan menetralkan residu kimia pada tambak udang/ikan (digunakan saat awal pengolahan tambak).

Temukan Kami di :

Facebook : biotogrow

Youtube : PUPUK ORGANIK PROBIOTIK

Website : www.agroprobiotik.com

Instagram:  www.instagram.com/nutrisi_organik_pro

biotik

Related posts

Leave a Comment