Mulsa organik dan Anorganik, Apa Bedanya?

Mulsa atau material penutup dan pelindung yang berada di permukaan tanah yang berfungsi menghalangi hilangnya air akibat penguapan dan melindungi tanah dari tanaman penganggu. Dengan adanya mulsa, benih-benih gulma akan sangat terhalang. Dari bahan asalnya mulsa dibedakan menjadi dua, yaitu: Mulsa organik Mulsa Organik adalah mulsa yang terbuat dari bahan-bahan sisa pertanian misalnya jerami padi, batang jagung, batang kacang tanah, daun, pelepah daun pisang, dan lain sebagainya. Mulsa organik mudah di dapat dan lebih ekonomis ketimbang mulsa anorganik, namun mulsa organik tidak selalu tersedia.   Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan dari mulsa…

Read More

Budidaya Cabai, Atasi Virus Gemini

Fokus dalam bertani cabai yang kedua kali, Suprapto petani cabai asal Purworejo, Jawa Tengah menanam cabai jenis TM 999 yang sekarang berumur 33 hari. Saat pertama menanam cabai ia melakukan uji coba hanya dengan 2400 batang cabai, hingga kendala bermunculan, seperti munculnya virus gemini. Berusaha mengendalikan virus pada cabainya, dalam pemberian pupuk Suprapto menambahkan M21 dan tanaman disemprot dengan campuran Biotogrow. Alhasil, tanaman yang berwarna kuning makin membaik. Setelah membuktikan pada tanaman uji cobanya, Suprapto mulai mengaplikasikan Paket Duo Ampuh, M21 & Biotogrow pada lahan yang lebih luas yaitu 1,3…

Read More

Trotol Dan Rontok Teratasi Panen Melon Untung 95 Juta

Lahan seluas ¾ bau gapai untung hingga 95 juta, Edi Winoto, petani melon asal tuban berhasil menghasilkan melon yang maksimal. Tak instan, banyak kendala yang edi alami dalam budidaya melon yaitu: Tanaman terserang jamur trotol Tanaman keriting Melon rontok Daun kering Mudah layu Buah tidak tahan lama Edi mengaplikasikan Biotogrow pada lahannya sebagai solusi. Dengan cara penyemprotan dan pengkocoran Biotogrow, alhasil: Tanaman melon menjadi lebih baik Panen melimpah Bobot buah 2-3 kg Tanaman tahan lama Daun tetap hijau saat panen “Ayo pakai produk yang bagus, pilih produk unggulan, yaitu Biotogrow,…

Read More

Mengatasi Tanah Rusak, Menjadi Subur Lagi

Ano Komarna, petani brokoli asal Bandung telah menanam brokoli selama lebih dari 10 tahun. Brokoli termasuk tanaman unggulan yang banyak petani budidayakan di daerahnya. Selain brokoli tanaman unggulan lain di daerahnya seperti, selada dan tomat. Selama 10 tahun lebih Ano membudidayakan brokoli dan berkali-kali berhasil panen tetapi kendala pun sering bermunculan. Ada beberapa petak tanah yang sedikit bermasalah, pertumbuhannya tidak bagus, tanah tidak sehat dan bila ditanami kerdil sehingga tanaman tidak pernah bisa sampai di panen. Setelah mengenal Formula Probiotik Pertanian M21, kendala yang Ano alami teratasi: Tanah menjadi subur…

Read More

Solusi Saat Pupuk Subsidi Langka, Hasil Panen Tetap Maksimal

Petani padi asal Subang, Madi mengakui bahwa lahannya tak lagi memakai pupuk urea karena tidak adanya subsidi pupuk urea. Madi menanam padi jenis Ketan Grendel pada luas lahan 3 Ha. Ia mengaplikasian PAKET DUO AMPUH pada lahan sawahnya. Pada awal olah tanah, sebelum tanah di traktor ia mengaplikasikan M21, hasilnya tanah gembur dan subur, PH tanah juga baik. Sedangkan pada awal musim tanam atau saat padi berumur 7 hari Madi menggunakan Biotogrow sebanyak 50 ml per tangki 16 liter pada durasi 1x seminggu. Biotogrow adalah pengganti pupuk urea dengan hasil…

Read More

Wong Tani Kui Kudu Linambaran Ilmu Sejati

Negara Indonesia dikenal sebagai negara agraris atau bisa dikatakan tanah surga, karena apa saja yang ditanam di negeri ini pasti akan tumbuh. Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam. Alih- alih makanan pokok warga negara agraris ini berasal dari padi hasil dari lahan sawah yang dikelola oleh para petani. Petani berperan sangat penting pada negara. Perihal pangan bukanlah hal sepele sehingga kebutuhan pangan bagi warga negara harus tercukupi dengan sebaik-baiknya. Profesi petani bukan hal yang mudah karena diperlukan keahlian dalam mengelola lahan selain itu petani harus berupaya untuk membudidayakan tanaman…

Read More

Melon Golden Apollo Besar Maksimal Dan Manisnya Super

Petani melon asal Purwodadi berhasil menghasilkan melon jenis Apollo yang maksimal dan manisnya luar biasa. Sebelum memakai Biotogrow melon kecil dan tidak segar dan setelah mengaplikasikan Biotogrow melon maksimal dengan berat 2,5-3 kg per-buah, tanaman pun segar dan tidak layu pada luas lahan 3,5 ha. Memanen melon super, otomatis akan meningkatkan penghasilan. Selain itu, dengan Biotogrow juga dapat menghemat pupuk kimia yang biasanya 3-2 tutup botol kini hannya memerlukan setengahnya. Sulit menyuburkan tanah dengan pupuk kimia, petani melon ini mengaplikasikan M21 pada lahan sebelum tanam dengan menyemprotkan atau mengocorkan 1…

Read More

Modal Tani Kui Lahan Sing Subur

Peran petani sangatlah besar bagi warga negara, apabila petani berhasil menjalankan misinya, warga negara menjadi makmur tanpa kekurangan pangan. Sebagai petani, tak cukup hanya dengan tenaga, tetapi perlu adanya ilmu dan teknologi. Dimulai dari pemupukan, dalam pemberian pupuk harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan sehingga tanah tidak mengalami overdosis pupuk kimia dan menyebabkan kerusakan. Tanah menjadi kering dan tidak subur. Bakteri dan cacing di dalam tanah mati, yang akhirnya tidak dapat bekerja dengan baik dalam menyuburkan tanah. Telah hadir teknologi masa depan, M21 Decomposer, Formula Probiotik Pertanian yang berfungsi…

Read More

Budidaya Tomat Hasil Maksimal Bebas Rontok Dan Layu

Cerita petani tomat dari Sumedang, Jajang, sudah bergelut di bidang pertanian selama 6 tahun khususnya tomat. Ia selalu menggunakkan PAKET DUO AMPUH M21 dan Biotogrow. Sebelum tanam jajang mengaplikasikan M21 untuk mengolah lahannya dan Biotogrow sebagai perawatan harian. Tanaman jajang bebas layu, pertumbuhan baik walau jarang tersiram hujan selain itu bunga tahan rontok dan buah tumbuh bagus maksimal. Masih banyak keuntungan yang ia dapatkan dalam pengaplikasian Paket Duo Ampuh seperti: Daun kuat dan hijau Hemat Fungisida dan pupuk Tomat besar dan serempak Pengaplikasian M21 yaitu sebanyak 250 ml per tangki…

Read More

Budidaya Bawang Merah, Hasil Meningkat Tahan Lama

  Supriyadi, petani sejak tahun 2007 yang awalnya hanya buruh tani kini sukses menanam dan memanen bawang merah dengan maksimal. Ia menanam bawang merah pada luas lahan 3200 m yang menghabiskan 3,6 kw bibit. Supriyadi sempat mengalami kendala dalam budidayanya seperti, gangguan ulat di musim kemarau dan jamur di musim hujan. Sebelum mengenal Biotogrow hasil panen yang Supriyadi dapatkan total 3 ton 2 kw dan setelah mengenal Biotogrow hasil panennya meningkat mencapai hampir 5 ton. Selain panen meningkat, berikut beberapa keuntungan setelah mengaplikasikan M21 & Biotogrow: Batang lebih kuat Usia…

Read More