Faktor Penentu Kualitas Pupuk Organik

Bagi para grow lovers pupuk kandang/pupuk organik bisa menjadi pilihan untuk menyuburkan tanah dan tanamannya. Tak diragukan, pupuk kandang menyediakan nitrogen, fosfor, kalium, serta beberapa unsur hara lainnya sehingga sangat dianjurkan untuk tanaman. Berikut beberapa faktor penentu kualitas dari pembuatan pupuk organik: Bahan Meskipun umumnya pupuk kandang atau organik terbuat dari kotoran namun tak semua kotoran hewan dapat digunakan dalam pembuatan pupuk kandang. Berikut beberapa kotoran hewan yang ideal untuk diolah menjadi pupuk kandang: Kotoran ayam Kotoran unggas khususnya ayam memiliki kandungan N-P-K tertinggi. Jenis pupuk kandang ini banyak diminati…

Read More

Wortel Panjang Dan Besar, Bercabang Teratasi

Cerita petani kali ini datang dari Sumatra Utara, tepatnya Tanah Karo. Alpin, petani wortel dengan luas tanah 4000 meter memiliki kendala hasil panen yang kurang memuaskan. Wortel yang ia budidayakan banyak yang bercabang. Alih-alih semua kendala teratasi. Dengan mengaplikasikan Biotogrow tanaman wortel menjadi panjang dan besar, pertumbuhan merata dan hasil panen lebih cepat, bercabang teratasi. Tak hanya itu, pemasaran juga terbilang bagus. “Saran saya untuk petani Tanah Karo, gunakanlah Biotogrow, hasil lebih cepat dan buah lebih besar, Biotogrow Mantap, majuah juah” ucap Alpin mantap. Cerita Alpin, petani wortel dari Tanah…

Read More

Teknik Pasang Mulsa Tanaman Cabai

Sobat Biotogorow pasti tak asing lagi dengan istilah “Mulsa”. Penggunaan mulsa, plastik warna hitam untuk lapisan dibawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman cabai pada musim hujan. Tak hanya itu, berikut manfaat dan keuntungan pemakaian mulsa untuk tanaman cabai: Tanaman cabai terhindar dari gulma Dengan menggunakan mulsa plastik dapat terhindar dari gulma, dikarenakan areal untuk ditanami hanya cukup untuk tanaman yang akan dipelihara, selebihnya akan tertutup oleh mulsa. Mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabai Mulsa plastik umumnya berwarna perak pada bagian atasnya, sehingga dapat memantulkan…

Read More

Untung Bersih 5 Juta Per Bulan Budidaya Okra Alternatif Di Masa Pandemi

Cerita kali ini dari Petani Okra di Kabupaten Grobogan, Pak Mu’in. Ia sudah membudidayakan okra sejak tahun 2008. Alasan ia membudidayakan okra adalah hasilnya lebih cepat daripada yang lain. Dalam umur 40 hari tanaman okra ini sudah dapat dipanen. Mu’in mempunyai luas lahan sebesar 2000, dalam luas lahan ini ia menghasilkan sekitar 5 juta bersih. Tak luput dari kendala, sebelum memakai Produk Duo Ampuh Biotogrow, akar pada tanamnnya dimakan jamur dan pada musim hujan bunganya rontok, penggunaan pupuk juga membutuhkan banyak yaitu 50 kg pertama, kemudian 100 kg kedua, pupuk…

Read More

Budidaya Kangkung Maksimal Dapat Penuhi Kebutuhan Harian

Kurang tuk penuhi kebutuhan, Supardi Dul mantan petani padi asal Sragen ini memutuskan untuk membudidayakan kangkung. Pada tahun 2011 ia mulai membudidayakan kangkung. Tak mulus, kendala demi kendala berdatangan seperti munculnya hama ular dan cabuk di musim hujan. Hasil panen kangkung pun kurang memuasakan. Tak ada kendala yang tak bisa diatasi. Perlahan kendala – kendala yang ia hadapi teratasi dengan formula ampuh, PAKET DUO AMPUH, M21 dan Biotogrow. Setelah mengaplikasikan Biotogrow pada tanamannya, hasil panennya memuaskan sehingga kebutuhan harian dan kebutuhan anak-anaknya dapat tepenuhi. 1 kg bibit dapat menghasilkan 500…

Read More

Lahan Tumpangsari, Hasil Panen 5x Lipat

Cerita Biotogrow kali ini datang dari petani sawi yang bentuk penanamannya menggunakan Tumpang sari. ia menanam cabai dan sawi dengan teknik Tumpang sari. Sawi yang ditanamanya hasilnya bagus. Begini kiat-kiatnya, Semprot M21 Decomposer, yang berfungsi menguraikan unsur hara  pada tanah dan menyebabkan munculnya bakteri baik untuk tanaman Sawi yang ia tanami berumur 25 hari, yang berarti 5 hari kemudian akan Panen. “Sawi bibitnya sedikit tapi kalau laku hasilnya jadi banyak. Sawi juga mempunyai umur pendek yang hanya 30 hari” kurang lebih ujar petani sawi ini Adapun perbedaan yang ia alami…

Read More

Kamu Boleh Garing Tanahmu Jangan

Sobat Biotogrow, pernah melihat tanah Kering / Tandus atau Tanah Mati ( tidak produktif , kira kira bisa tidak di hidupkan kembali ? Perlu di ketahui bahwa Penyebab tanah Kering/ tandus hingga menjadi mati  ada beberapa faktor seperti : Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, pengolahan tanah tidak benar, struktur dengan porositas rendah, kekurangan mineral, kekurangan organik ataupun kurangnya rongga udara pada permukaan media tanam, juga bisa disebabkan oleh curah hujan yang rendah ( kekurangan air ) Tanah Kering/ Tandus dicirikan oleh tanah dengan pelapukan lanjut, solum tebal berwarna kemerahan, kadar liatnya tinggi, reaksi tanah…

Read More

Buncisku Panen Meningkat Dua Kali Lipat

Sedikit-sedikit lama lama menjadi bukit! Memakai Biotogrow panen meningkat, dari 2 ton menjadi 4 Ton dengan luas tanah 2000 m. Sutardi, Petani sayuran asal Ngargoyoso, Karanganyar membuktikannya. Aplikasi Biotogrow pada tanaman buncisnya membuat hasil panen melesat hingga dua kali lipat. Berawal dari banyak kendala yang ia alami seperti tanaman menjadi kriting, layu, terserang ulat hingga panen tidak maksimal. Penyemprotan dan pengkocoran Biotogrow ia lakukan sesuai kondisi tanaman dan luas lahan sehingga hasil makasimal dan memuaskan. “Mari pakai Biotogrow, saya sendiri sudah mencoba” ucap pak Sutardi. Selain dapat meningkatkan hasil panen,…

Read More

Aplikasi Paket 2 Ampuh

Sebelum menjabarkan aplikasi Paket Duo Ampuh ketahui masa-masa pertumbuhan tanaman terlebih dahulu. Jenis masa pertumbuhan pada tanaman yaitu: Pertumbuhan vegetatif Proses pertumbuhan tanaman dari akar, batang maupun daun. Proses ini adalh proses awal pertumbuhan. Pertumbuhan generatif Proses pertumbuhan buah, mulai dari bunga, biji atau seperti buah yang berada di dalam tanah Aplikasi paket Duo Ampuh: Semprotkan M21 pada lahan sebelum proses penanaman tepatnya1 minggu sebelum tanam. Setelah bibit ditanam dan keluar semi (akar, batang, daun) semprotkan Biotogrow dengan dosis 2 tutup /tengki, dan interval 1-2 minggu sekali. Sedangkan untuk tanaman…

Read More

3 Kali Diterjang Banjir Padi Melimpah Tanpa Pupuk Kimia

Pengamat Pertanian, Jonet Biantara tengah mengunjungi sawah yang terkena banjir sebanyak 3 kali, tepatnya di daerah Sentra Beras Nasional, Kroya Cilacap. Ternyata kondisi sawah tetap aman dan hasil panen melimpah walaupun ada beberapa lahan yang terkena tikus. Selain itu Pak Subiyakto, pengelola sawah tersebut mengeluhkan tentang pupuk subsidi yang berkurang dan apabila menyetok sendiri perlu biaya tambahan. Pak Subiyakto sangat yakin menggunakan produk Duo Ampuh M21 Decomposer dan Biotogrow karena kandungan dari produk Duo Ampuh sudah sangat lengkap unsur hara mikro dan makronya. Untuk menanggulangi sawahnya pasca banjir Pak Subiyakto…

Read More