Trotol Dan Rontok Teratasi Panen Melon Untung 95 Juta

Lahan seluas ¾ bau gapai untung hingga 95 juta, Edi Winoto, petani melon asal tuban berhasil menghasilkan melon yang maksimal. Tak instan, banyak kendala yang edi alami dalam budidaya melon yaitu: Tanaman terserang jamur trotol Tanaman keriting Melon rontok Daun kering Mudah layu Buah tidak tahan lama Edi mengaplikasikan Biotogrow pada lahannya sebagai solusi. Dengan cara penyemprotan dan pengkocoran Biotogrow, alhasil: Tanaman melon menjadi lebih baik Panen melimpah Bobot buah 2-3 kg Tanaman tahan lama Daun tetap hijau saat panen “Ayo pakai produk yang bagus, pilih produk unggulan, yaitu Biotogrow,…

Read More

Mengatasi Tanah Rusak, Menjadi Subur Lagi

Ano Komarna, petani brokoli asal Bandung telah menanam brokoli selama lebih dari 10 tahun. Brokoli termasuk tanaman unggulan yang banyak petani budidayakan di daerahnya. Selain brokoli tanaman unggulan lain di daerahnya seperti, selada dan tomat. Selama 10 tahun lebih Ano membudidayakan brokoli dan berkali-kali berhasil panen tetapi kendala pun sering bermunculan. Ada beberapa petak tanah yang sedikit bermasalah, pertumbuhannya tidak bagus, tanah tidak sehat dan bila ditanami kerdil sehingga tanaman tidak pernah bisa sampai di panen. Setelah mengenal Formula Probiotik Pertanian M21, kendala yang Ano alami teratasi: Tanah menjadi subur…

Read More

Solusi Saat Pupuk Subsidi Langka, Hasil Panen Tetap Maksimal

Petani padi asal Subang, Madi mengakui bahwa lahannya tak lagi memakai pupuk urea karena tidak adanya subsidi pupuk urea. Madi menanam padi jenis Ketan Grendel pada luas lahan 3 Ha. Ia mengaplikasian PAKET DUO AMPUH pada lahan sawahnya. Pada awal olah tanah, sebelum tanah di traktor ia mengaplikasikan M21, hasilnya tanah gembur dan subur, PH tanah juga baik. Sedangkan pada awal musim tanam atau saat padi berumur 7 hari Madi menggunakan Biotogrow sebanyak 50 ml per tangki 16 liter pada durasi 1x seminggu. Biotogrow adalah pengganti pupuk urea dengan hasil…

Read More

Melon Golden Apollo Besar Maksimal Dan Manisnya Super

Petani melon asal Purwodadi berhasil menghasilkan melon jenis Apollo yang maksimal dan manisnya luar biasa. Sebelum memakai Biotogrow melon kecil dan tidak segar dan setelah mengaplikasikan Biotogrow melon maksimal dengan berat 2,5-3 kg per-buah, tanaman pun segar dan tidak layu pada luas lahan 3,5 ha. Memanen melon super, otomatis akan meningkatkan penghasilan. Selain itu, dengan Biotogrow juga dapat menghemat pupuk kimia yang biasanya 3-2 tutup botol kini hannya memerlukan setengahnya. Sulit menyuburkan tanah dengan pupuk kimia, petani melon ini mengaplikasikan M21 pada lahan sebelum tanam dengan menyemprotkan atau mengocorkan 1…

Read More

Modal Tani Kui Lahan Sing Subur

Peran petani sangatlah besar bagi warga negara, apabila petani berhasil menjalankan misinya, warga negara menjadi makmur tanpa kekurangan pangan. Sebagai petani, tak cukup hanya dengan tenaga, tetapi perlu adanya ilmu dan teknologi. Dimulai dari pemupukan, dalam pemberian pupuk harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan sehingga tanah tidak mengalami overdosis pupuk kimia dan menyebabkan kerusakan. Tanah menjadi kering dan tidak subur. Bakteri dan cacing di dalam tanah mati, yang akhirnya tidak dapat bekerja dengan baik dalam menyuburkan tanah. Telah hadir teknologi masa depan, M21 Decomposer, Formula Probiotik Pertanian yang berfungsi…

Read More

Budidaya Tomat Hasil Maksimal Bebas Rontok Dan Layu

Cerita petani tomat dari Sumedang, Jajang, sudah bergelut di bidang pertanian selama 6 tahun khususnya tomat. Ia selalu menggunakkan PAKET DUO AMPUH M21 dan Biotogrow. Sebelum tanam jajang mengaplikasikan M21 untuk mengolah lahannya dan Biotogrow sebagai perawatan harian. Tanaman jajang bebas layu, pertumbuhan baik walau jarang tersiram hujan selain itu bunga tahan rontok dan buah tumbuh bagus maksimal. Masih banyak keuntungan yang ia dapatkan dalam pengaplikasian Paket Duo Ampuh seperti: Daun kuat dan hijau Hemat Fungisida dan pupuk Tomat besar dan serempak Pengaplikasian M21 yaitu sebanyak 250 ml per tangki…

Read More

Budidaya Bawang Merah, Hasil Meningkat Tahan Lama

  Supriyadi, petani sejak tahun 2007 yang awalnya hanya buruh tani kini sukses menanam dan memanen bawang merah dengan maksimal. Ia menanam bawang merah pada luas lahan 3200 m yang menghabiskan 3,6 kw bibit. Supriyadi sempat mengalami kendala dalam budidayanya seperti, gangguan ulat di musim kemarau dan jamur di musim hujan. Sebelum mengenal Biotogrow hasil panen yang Supriyadi dapatkan total 3 ton 2 kw dan setelah mengenal Biotogrow hasil panennya meningkat mencapai hampir 5 ton. Selain panen meningkat, berikut beberapa keuntungan setelah mengaplikasikan M21 & Biotogrow: Batang lebih kuat Usia…

Read More

Untung Bersih 5 Juta Per Bulan Budidaya Okra Alternatif Di Masa Pandemi

Cerita kali ini dari Petani Okra di Kabupaten Grobogan, Pak Mu’in. Ia sudah membudidayakan okra sejak tahun 2008. Alasan ia membudidayakan okra adalah hasilnya lebih cepat daripada yang lain. Dalam umur 40 hari tanaman okra ini sudah dapat dipanen. Mu’in mempunyai luas lahan sebesar 2000, dalam luas lahan ini ia menghasilkan sekitar 5 juta bersih. Tak luput dari kendala, sebelum memakai Produk Duo Ampuh Biotogrow, akar pada tanamnnya dimakan jamur dan pada musim hujan bunganya rontok, penggunaan pupuk juga membutuhkan banyak yaitu 50 kg pertama, kemudian 100 kg kedua, pupuk…

Read More

Budidaya Kangkung Maksimal Dapat Penuhi Kebutuhan Harian

Kurang tuk penuhi kebutuhan, Supardi Dul mantan petani padi asal Sragen ini memutuskan untuk membudidayakan kangkung. Pada tahun 2011 ia mulai membudidayakan kangkung. Tak mulus, kendala demi kendala berdatangan seperti munculnya hama ular dan cabuk di musim hujan. Hasil panen kangkung pun kurang memuasakan. Tak ada kendala yang tak bisa diatasi. Perlahan kendala – kendala yang ia hadapi teratasi dengan formula ampuh, PAKET DUO AMPUH, M21 dan Biotogrow. Setelah mengaplikasikan Biotogrow pada tanamannya, hasil panennya memuaskan sehingga kebutuhan harian dan kebutuhan anak-anaknya dapat tepenuhi. 1 kg bibit dapat menghasilkan 500…

Read More

Lahan Tumpangsari, Hasil Panen 5x Lipat

Cerita Biotogrow kali ini datang dari petani sawi yang bentuk penanamannya menggunakan Tumpang sari. ia menanam cabai dan sawi dengan teknik Tumpang sari. Sawi yang ditanamanya hasilnya bagus. Begini kiat-kiatnya, Semprot M21 Decomposer, yang berfungsi menguraikan unsur hara  pada tanah dan menyebabkan munculnya bakteri baik untuk tanaman Sawi yang ia tanami berumur 25 hari, yang berarti 5 hari kemudian akan Panen. “Sawi bibitnya sedikit tapi kalau laku hasilnya jadi banyak. Sawi juga mempunyai umur pendek yang hanya 30 hari” kurang lebih ujar petani sawi ini Adapun perbedaan yang ia alami…

Read More