Wortel Panjang Dan Besar, Bercabang Teratasi

Cerita petani kali ini datang dari Sumatra Utara, tepatnya Tanah Karo. Alpin, petani wortel dengan luas tanah 4000 meter memiliki kendala hasil panen yang kurang memuaskan. Wortel yang ia budidayakan banyak yang bercabang. Alih-alih semua kendala teratasi. Dengan mengaplikasikan Biotogrow tanaman wortel menjadi panjang dan besar, pertumbuhan merata dan hasil panen lebih cepat, bercabang teratasi. Tak hanya itu, pemasaran juga terbilang bagus. “Saran saya untuk petani Tanah Karo, gunakanlah Biotogrow, hasil lebih cepat dan buah lebih besar, Biotogrow Mantap, majuah juah” ucap Alpin mantap. Cerita Alpin, petani wortel dari Tanah…

Read More

Teknik Pasang Mulsa Tanaman Cabai

Sobat Biotogorow pasti tak asing lagi dengan istilah “Mulsa”. Penggunaan mulsa, plastik warna hitam untuk lapisan dibawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman cabai pada musim hujan. Tak hanya itu, berikut manfaat dan keuntungan pemakaian mulsa untuk tanaman cabai: Tanaman cabai terhindar dari gulma Dengan menggunakan mulsa plastik dapat terhindar dari gulma, dikarenakan areal untuk ditanami hanya cukup untuk tanaman yang akan dipelihara, selebihnya akan tertutup oleh mulsa. Mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabai Mulsa plastik umumnya berwarna perak pada bagian atasnya, sehingga dapat memantulkan…

Read More

Untung Bersih 5 Juta Per Bulan Budidaya Okra Alternatif Di Masa Pandemi

Cerita kali ini dari Petani Okra di Kabupaten Grobogan, Pak Mu’in. Ia sudah membudidayakan okra sejak tahun 2008. Alasan ia membudidayakan okra adalah hasilnya lebih cepat daripada yang lain. Dalam umur 40 hari tanaman okra ini sudah dapat dipanen. Mu’in mempunyai luas lahan sebesar 2000, dalam luas lahan ini ia menghasilkan sekitar 5 juta bersih. Tak luput dari kendala, sebelum memakai Produk Duo Ampuh Biotogrow, akar pada tanamnnya dimakan jamur dan pada musim hujan bunganya rontok, penggunaan pupuk juga membutuhkan banyak yaitu 50 kg pertama, kemudian 100 kg kedua, pupuk…

Read More

Budidaya Kangkung Maksimal Dapat Penuhi Kebutuhan Harian

Kurang tuk penuhi kebutuhan, Supardi Dul mantan petani padi asal Sragen ini memutuskan untuk membudidayakan kangkung. Pada tahun 2011 ia mulai membudidayakan kangkung. Tak mulus, kendala demi kendala berdatangan seperti munculnya hama ular dan cabuk di musim hujan. Hasil panen kangkung pun kurang memuasakan. Tak ada kendala yang tak bisa diatasi. Perlahan kendala – kendala yang ia hadapi teratasi dengan formula ampuh, PAKET DUO AMPUH, M21 dan Biotogrow. Setelah mengaplikasikan Biotogrow pada tanamannya, hasil panennya memuaskan sehingga kebutuhan harian dan kebutuhan anak-anaknya dapat tepenuhi. 1 kg bibit dapat menghasilkan 500…

Read More

Lahan Tumpangsari, Hasil Panen 5x Lipat

Cerita Biotogrow kali ini datang dari petani sawi yang bentuk penanamannya menggunakan Tumpang sari. ia menanam cabai dan sawi dengan teknik Tumpang sari. Sawi yang ditanamanya hasilnya bagus. Begini kiat-kiatnya, Semprot M21 Decomposer, yang berfungsi menguraikan unsur hara  pada tanah dan menyebabkan munculnya bakteri baik untuk tanaman Sawi yang ia tanami berumur 25 hari, yang berarti 5 hari kemudian akan Panen. “Sawi bibitnya sedikit tapi kalau laku hasilnya jadi banyak. Sawi juga mempunyai umur pendek yang hanya 30 hari” kurang lebih ujar petani sawi ini Adapun perbedaan yang ia alami…

Read More

Kamu Boleh Garing Tanahmu Jangan

Sobat Biotogrow, pernah melihat tanah Kering / Tandus atau Tanah Mati ( tidak produktif , kira kira bisa tidak di hidupkan kembali ? Perlu di ketahui bahwa Penyebab tanah Kering/ tandus hingga menjadi mati  ada beberapa faktor seperti : Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, pengolahan tanah tidak benar, struktur dengan porositas rendah, kekurangan mineral, kekurangan organik ataupun kurangnya rongga udara pada permukaan media tanam, juga bisa disebabkan oleh curah hujan yang rendah ( kekurangan air ) Tanah Kering/ Tandus dicirikan oleh tanah dengan pelapukan lanjut, solum tebal berwarna kemerahan, kadar liatnya tinggi, reaksi tanah…

Read More