Petani melon dan cabe asal Wonogiri, Suwarto merasa puas atas keberhasilannya menanam melon Thailand Super. Luas lahan sebesar 1500 m mampu ditanami 3000 batang melon, per pohon 1-2 batang. Tak luput dari kendala, seperti munculnya hama dan jamur gemini yang sering menganggu pertumbuhan tanaman sehingga tanaman banyak yang mati. Tak hanya itu, hasil panen sebanyak 5 ton hampir separuhnya rusak akibat hama. Menakjubkan, setelah mengenal Biotogrow, keuntungan yang Suwarto dapatkan meliputi: Tanaman menjadi bagus Hasil panen melimpah, meningkat hingga 70% Hasil memuaskan Hemat pupuk dan fungi 50% Melon mulus…
Read MoreTag: panen
Budidaya Kangkung Maksimal Dapat Penuhi Kebutuhan Harian
Kurang tuk penuhi kebutuhan, Supardi Dul mantan petani padi asal Sragen ini memutuskan untuk membudidayakan kangkung. Pada tahun 2011 ia mulai membudidayakan kangkung. Tak mulus, kendala demi kendala berdatangan seperti munculnya hama ular dan cabuk di musim hujan. Hasil panen kangkung pun kurang memuasakan. Tak ada kendala yang tak bisa diatasi. Perlahan kendala – kendala yang ia hadapi teratasi dengan formula ampuh, PAKET DUO AMPUH, M21 dan Biotogrow. Setelah mengaplikasikan Biotogrow pada tanamannya, hasil panennya memuaskan sehingga kebutuhan harian dan kebutuhan anak-anaknya dapat tepenuhi. 1 kg bibit dapat menghasilkan 500…
Read More3 Kali Diterjang Banjir Padi Melimpah Tanpa Pupuk Kimia
Pengamat Pertanian, Jonet Biantara tengah mengunjungi sawah yang terkena banjir sebanyak 3 kali, tepatnya di daerah Sentra Beras Nasional, Kroya Cilacap. Ternyata kondisi sawah tetap aman dan hasil panen melimpah walaupun ada beberapa lahan yang terkena tikus. Selain itu Pak Subiyakto, pengelola sawah tersebut mengeluhkan tentang pupuk subsidi yang berkurang dan apabila menyetok sendiri perlu biaya tambahan. Pak Subiyakto sangat yakin menggunakan produk Duo Ampuh M21 Decomposer dan Biotogrow karena kandungan dari produk Duo Ampuh sudah sangat lengkap unsur hara mikro dan makronya. Untuk menanggulangi sawahnya pasca banjir Pak Subiyakto…
Read MoreKentang Tanpa Pupuk Kimia Panen Melimpah
Panen kentang melimpah gak harus pake pupuk kimia, kelompok tani bangkit di daerah Cepogo, Boyolali mencoba menanam kentang Granola atau G3 pada lahan seluas 300 meter, bibit sejumlah 50 kg dengan pola organik. Para kelompok tani ini menggunakan pupuk kandang yang difermentasi dengan M21 juga melakukan penyemprotan Biotogrow satu minggu sekali, sebanyak 2 tutup atau apabila cuaca ekstrim 3 tutup Biotogrow dalam satu tengki. Penyemprotan dilakukan selama 65 hari tanpa menggunakan pupuk kimia lainnya. Jadi, manfaat yang didapat para kelompok tani setelah menggunakan M21 dan Biotogrow dalam penanaman kentang tanpa…
Read More