Mas Bayu Anggara, petani cabai asal Garut bercerita pengalamannya dalam bertanam cabai lokal Tanjung. Sebagai pemula di bidang pertanian, Mas Bayu merasa terbantu dengan adanya Biotogrow. Dengan Biotogrow tanaman tumbuh maksimal. Mas Bayu menggunakan Biotogrow dengan dosis 1 tutup Biotogrow/ tangki setiap 5 hari 1x dan M21 Decomposer dikocor pada lahan, 14 hari setelah tanam. Panen cabai pun meningkat dengan rician: panen pertama capai 18 kg, panen ke-dua 32 kg, hingga panen ke-empat capai 58 kg dari 1400 pohon cabai. Dengan Biotogrow pohon cabai lebih tinggi, buah pun berkualitas maksimal….
Read MoreCategory: BiotoGROW
Semangka Jumbo, Buah Manis dan Tahan Hama Penyakit
Petani asal Batang, Pak Mudasir telah bercocok tanam semangka sudah lebih dari 22 tahun. Kendala- kendala yang ia alami seperti cuaca yang tidak stabil dan harga pasar yang tidak pasti. Namun, ia mengakui bahwa menanam semangka lebih mudah dari menanam melon. Salah satu rahasia pak Mudasir bercocok tanam semangka adalah dengan menyemprotkan M21 decomposer untuk olah lahan. Kini lahan makin bagus dan subur. Setelah itu Pak Mudasir juga menggunakan Biotogrow untuk pupuk tambahan setelah semangka berumur 10 hari. Biotogrow aman dicampur pestisida, tanaman lebih stabil dan kuat, pembungaan juga lebih…
Read MoreBawang Merah Sehat Bebas Residu Kimia
Pak Purwanto, petani bawang merah asal Nganjuk telah bertani bawang merah sejak tahun 2000. Ia membagikan pengalamannya dalam bertani memakai DUO AMPUH (Biotogrow & M21 decomposer). Sebelum memakai DUO AMPUH untuk lahan dan tanamannya hasil panen bawang merah kurang maksimal karena lahan tanah di daerah Pak Purwanto tergolong asam. Namun dengan M21 decomposer keasaman tanah teratasi. Tak hanya itu, hama dan jamur juga bisa dikendalikan. Keasaman tanah memunculkan beberapa akibat seperti: Tanaman kurang subur Perawatan tanah susah Hama & jamur mudah menyerang Dengan begitu, pak Purwanto rutin mengaplikasikan M21 decomposer…
Read MoreSukses Tanam Cabe Bebas Layu, Hama & Penyakit
Pak Paryanto, petani cabai asal Tawangmangu, Jawa Tengah menanam cabai besar yang berusia 50 hari dengan luas lahan 1000 m2. Ia menanam sebanyak 2000 biji. Kendala yang Pak Paryanto alami seperti bajangan dan pembusukan. Selain itu juga kendala paling besar yaitu penyakit cabuk yang biasa terjadi di musim panas juga layu yang kadang menyerang sesekali namun dapat menyebabkan kematian. Untungnya layu dapat teratasi dengan DUO AMPUH (Biotogrow & M21 decomposer). Pak Paryanto mengaplikasikan M21 decomposer dengan dikocor dalam satu minggu 1 kali juga Biotogrow sebagai perawatan sebanyak 1 tutup botol…
Read MoreMerawat Padi Jadi Mudah Pupuk Langka Bukan Masalah
Petani padi asal Boyolali, Pak Edi Rumanto mengaku bertani menjadi mudah dengan DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow). Walau begitu, tak luput dari kendala, Pak Edi sempat mengalami kelangkaan pupuk juga serangan hama seperti walang dan ulat. Kendati begitu, Biotogrow ternyata dapat membantu mengatasi kelangkaan pupuk yang dialami Pak Edi. “Bertani jadi mudah” tutur Pak Edi. Selain itu Pak Edi tak lupa untuk memberikan M21 Decomposer pada lahan sebelum tanam. Setelah lahan dipupuk lalu semprot dengan Biotogrow. Biotogrow aman dicampur insektisida atau fungsisida. Alhasil, perkembangan padi Pak Edi bagus dan…
Read MorePanen Tomat Maksimal, Sehat Bebas Residu & Bebas Layu Rontok
Petani tomat asal Tawangmangu, Jawa Tengah, Pak Tarso menanam varietas tomat SEMPU-59 dengan luas lahan 1500 m, ditanami 3000 batang tomat. Sebelum memakai DUO AMPUH Pak tarso mengaku daun tak begitu hijau bahkan banyak yang menghitam. Namun setelah Pak Tarso mengaplikasikan DUO AMPUH pada lahannya tanaman lebih hijau dan buah lebih rimbun. Berikut cara aplikasi DUO AMPUH untuk lahan tomat Pak Tarso: Sebelum tanam, olah lahan dengan M21 decomposer. setelah 7 hari tanam Pak Tarsi melakukan penyemprotan tanamannya dengan Biotogrow selama 1 minggu sekali dengan dosis 2 tutup Biotogrow/ tangki….
Read MoreJagung Lokal Kualitas Super
Petani jagung asal Kendal, Pak Masrur, sedang panen jagung Varietas Advanta Jago. Ia membagikan pengalamannya dalam merawat jagungnya. Pak Masrur melakukan perawatan jagungnya dengan memberikan M21 Decomposer seminggu sebelum tanam dengan dosis 1 gelas air mineral/ tangki. Selain itu Pak Masrur juga menggunakan Biotogrow dicampur fungisida dengan dosis 2 tutup Biotogrow/ tangki pada saat tanaman jagung berusia 15 hari. Kemudian pada usia 1 bulan jagung disemprot lagi Biotogrow dengan dosis yang sama. Selanjutnya pada usia 45 dan 65 hari dengan dosis 3 tutup botol Biotogrow/ tangki. Kendala jamur memang sering…
Read MoreBaby Buncis Kenya, Tumbuh Maksimal Panen Meningkat
Petani buncis asal Bandung pak Iwan bercocok tanam baby buncis kenya. Ia mengaplikasikan DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow) secara rutin hingga hasil panen memuaskan. Sebelum ditutup dengan mulsa lahan milik Pak Iwan disemprot dengan M21 Decomposer 500 ml/ 200 liter air juga diberi pupuk kandang. Lalu pada usia 15 hari tanaman disemprot dengan Biotogrow 500 ml/ 200 liter air. Pak iwa rutin menyemprot dan mengocor tanamannya dengan Biotogrow setiap 10 hari sekali. Alhasil dalam 48 hari buncis siap dipanen. Bibit sebanyak 1,5 kg dapat hasilkan panen 1 ton. Daun…
Read MoreCabe Rawit Panen Melimpah & Tahan Patek
Petani cabai rawit asal Bandung, Pak Iwan Permana telah mambuktikan bahwa DUO AMPUH (M21 decomposer & Biotogrow) sangat membantu pertumbuhan cabainya dan pengolahan tanah. Pak Iwan mengaplikasikan M21 decomposer pada pupuk kandang sebelum tutup mulsa. Ia menyemprotkan M21 decomposer pada pupuk kandangnya dengan dosis 500 ml dicampur 200 liter air. Pada usia 1 bulan pak Iwan mengocor tanaman cabainya dengan Biotogrow sebanyak 500 ml/ 200 liter air setiap 10 hari sekali. Alhasil, panen melimpah, serangan patek teratasi, daun hijau dan mengkilap, pertumbuhan tanaman serempak tak henti- henti. Pak Iwan menanam…
Read MorePanen Melimpah Melon Bebas Keriting
Pak Suratmin, petani melon asal Ngawi bercocok tanam melon jenis Action 434. Dari awal pertumbuhan melon lancar hanya saja sedikit mengalami kendala yaitu melon keriting. Kendala cepat teratasi dengan pengaplikasian Biotogrow. Pak Suratmin mengaplikasikan Biotogrow pada tanaman melonnya dengan dosis sebagai berikut: 4 tutup Biotogrow/ tangki semprot setiat 5 hari sekali ia semprotkan pada tanaman melon hingga berumur 50 hari. Alhasil, Pak Suratmin mampu menghasilkan melon sebanyak 5500 batang. Dengan rincian melon grade A mencapai hasil panen 13 ton, untuk grade B 1 ton dan grade C 1 ton. Luar…
Read More