Mudah & Efektif Atasi Layu, Jamur & Mboler, Panen Bawang Merah Memuaskan

Pak Margono, petani bawang merah asal Ponorogo, menceritakan pengalamannya bertani menggunakan Formula DUO AMPUH. Ia mengolah lahan bawang merahnya dengan M21 Decomposer 250 ml/tangki disemprot pada lahan, tunggu 1 minggu lalu baru ditanami. Pak Margono membuat jarak tanam dengan ukuran 18×12. Berikut pengaplikasian Biotogrow pada tanaman bawang merah ala petani asal Ponorogo ini: Bawang merah umur 10 hari beri 1,5 tutup biotogrow/ tangki Bawang merah umur 15 hari beri 2 tutup biotogrow/ tangki Bawang merah umur 25 hari beri 3 tutup biotogrow/ tangki Bawang merah umur 35 hari beri 3…

Read More

Melonku Bebas Residu, Hemat Pupuk & Obat

Melon hasil panen MANIS dan BISA LANGSUNG MAKAN! Petani melon asal Sragen, pak Supardi menanam melon jenis sweet D-25 & Rock Melon Ceria dengan luas lahan 500 m2 dapat hasilkan melon sebanyak 1100 batang. Namun tak luput dari kendala, boros pupuk menjadi salah satu kendala yang dialami pak Supardi. Tak menyerah, pak Supardi menemukan  DUO AMPUH, alhasil jadi menghemat pupuk hingga 25%. Pestisida pun dapat bekerja efektif bisa dicampur Biotogrow. Hama dengan mudah teratasi. Pak Supardi mengaplikasikan 1 liter M21 Decomposer untuk olah lahan pada luas tanah 500 m2, dikocorkan…

Read More

Panen Bawang merah Josss, Benih 130 Kg Panen 2 Ton

PANEN BAWANG MERAH JOSS BENIH 130 KG PANEN 2 TON

Mas Bambang, petani bawang merah asal Magetan menanam bawangmerah jenis Bauiji Thailand yang sekarang berusia 36 hari. Ia rutin menggunakan Biotogrow sejak umur bawang merah 10 hari dengan dosis 2 tutup botol Biotogrow/ tangki disemprot setiap 6 hari sekali. Hasilnya pun bagus hingga panen maksimal. Dengan benih 130 kg, mas Bambang dapat hasilkan bawang merah hingga 2 ton. Terhitung capai 60 juta. Mas bambang menanam bawang merahnya dengan luas lahan 90 RU (1250 m2) dan metode penanaman yang rapat. Hasil panen tetap maksimal dengan menggunakan Biotogrow. Ingin seperti mas Bambang?…

Read More

Panen Lebih Cepat, Kembang kol Besar & Segar, Bebas Busuk Batang

PANEN LEBIH CEPAT KEMBANG KOL BESAR DAN SEGAR BEBAS BUSUK BATANG

Petani kembang kol asal Subang, pak Odin telah 3 tahun bertani kembang kol. Lahan yang ia gunakan sudah dipakai 3 kali untuk menanam kacang panjang, timun dan pare. Untuk menyuburkan tanahnya, pak Odin menggunakan M21 Decomposer, dengan dosis 100 ml M21 Decomposer/ 20 liter air kemudian kocorkan pada lahan sebelum tanam. Lalu, pak Odin menggunakan Biotogrow, Nutrisi lengkap semua tanaman dengan dosis 2 tutup botol Biotogrow/ tangki yang disemprotkan 4 hari seminggu setelah tanam. Biotogrow diaplikasikan dari umur seminggu hingga panen. Sebelum memakai DUO AMPUH (M21 Decomposer dan Biotogrow) pak…

Read More

Panen Besar Sawi Putih Meningkat, Hemat Pupuk Kimia & Bobot Maksimal

PANEN BESAR SAWI PUTIH MENINGKAT HEMAT PUPUK KIMIA DAN BOBOT MAKSIMAL

Ketua kelompok tani asal Magetan, pak Sumar bertani sawi putih (besai) dengan kendala kaper dan ulat. Namun semua kendala teratasi dengan pemakaian DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow) secara rutin. Pak Sumar melakukan penyemaian selama 1 bulan. Lalu mengaplikasikan  Biotogrow pada tanaman di usia 1 minggu, 25 hari dan 45 hari. Hasil panen pun memuaskan, bobot capai 3 kg/ batang yang keseluruhan capai 4 ton (1500 batang). Selain itu tanaman subur dan tahan air. Tak lupa pak Sumar mengolah lahan dengan M21 Decomposer yang dicampur pupuk dasar dan kompos. Kini…

Read More

Panen Melon Sehat Bebas Residu Kimia, Manis & Besar

PANEN MELON SEHAT BEBAS RESIDU KIMIA MANIS DAN BESAR

Petani melon asal Batang pak Mudatsir bertani melon bersama anaknya yang bernama Abdul Kahfi. Mereka bertani melon dengan luas lahan 3000 m2 dengan jumlah 4000 tanaman. Salah satu jenis melonnya adalah melon pertiwi. Dalam bertani tak mungkin tak berkendala. Kendala yang pak Mudatsir alami yaitu jamur dan virus dan varietas tidak bertahan sehingga ia harus sering menggantinya. Pak Mudatsir dan anaknya pun menemukan solusi tepat yaitu menggunakan DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow untuk lahannya. Pak Mudatsir menggunakan M21 Decomposer untuk mengolah lahannya lalu setelah 10 hari tanam semprotkan dengan…

Read More

Merawat Padi Jadi Mudah Pupuk Langka Bukan Masalah

MERAWAT PADI JADI MUDAH PUPUK LANGKA BUKAN MASALAH

Petani padi asal Boyolali, Pak Edi Rumanto mengaku bertani menjadi mudah dengan DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow). Walau begitu, tak luput dari kendala, Pak Edi sempat mengalami kelangkaan pupuk juga serangan hama seperti walang dan ulat. Kendati begitu, Biotogrow ternyata dapat membantu mengatasi kelangkaan pupuk yang dialami Pak Edi. “Bertani jadi mudah” tutur Pak Edi. Selain itu Pak Edi tak lupa untuk memberikan M21 Decomposer pada lahan sebelum tanam. Setelah lahan dipupuk lalu semprot dengan Biotogrow. Biotogrow aman dicampur insektisida atau fungsisida. Alhasil, perkembangan padi Pak Edi bagus dan…

Read More

Jagung Lokal Kualitas Super

JAGUNG LOKAL KUALITAS SUPER WEB

Petani jagung asal Kendal, Pak Masrur, sedang panen jagung Varietas Advanta Jago. Ia membagikan pengalamannya dalam merawat jagungnya. Pak Masrur melakukan perawatan jagungnya dengan memberikan M21 Decomposer seminggu sebelum tanam dengan dosis 1 gelas air mineral/ tangki. Selain itu  Pak Masrur juga menggunakan Biotogrow dicampur fungisida dengan dosis 2 tutup Biotogrow/ tangki pada saat tanaman jagung berusia 15 hari. Kemudian pada usia  1 bulan jagung disemprot lagi Biotogrow dengan dosis yang sama. Selanjutnya pada usia 45 dan 65 hari dengan dosis 3 tutup botol Biotogrow/ tangki. Kendala jamur memang sering…

Read More

Baby Buncis Kenya, Tumbuh Maksimal Panen Meningkat

BABY BUNCIS KENYA TUMBUH MAKSIMAL PANEN MENINGKAT

Petani buncis asal Bandung pak Iwan bercocok tanam baby buncis kenya. Ia mengaplikasikan DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow) secara rutin hingga hasil panen memuaskan. Sebelum ditutup dengan mulsa lahan milik Pak Iwan disemprot dengan M21 Decomposer 500 ml/ 200 liter air juga diberi pupuk kandang. Lalu pada usia 15 hari tanaman disemprot dengan Biotogrow 500 ml/ 200 liter air. Pak iwa rutin menyemprot dan mengocor tanamannya dengan Biotogrow setiap 10 hari sekali. Alhasil dalam 48 hari buncis siap dipanen. Bibit sebanyak 1,5 kg dapat hasilkan panen 1 ton. Daun…

Read More

Panen Melimpah Melon Bebas Keriting

PANEN MELIMPAH MELON BEBAS KERITING

Pak Suratmin, petani melon asal Ngawi bercocok tanam melon jenis Action 434. Dari awal pertumbuhan melon lancar hanya saja sedikit mengalami kendala yaitu melon keriting. Kendala cepat teratasi dengan pengaplikasian Biotogrow. Pak Suratmin mengaplikasikan Biotogrow pada tanaman melonnya dengan dosis sebagai berikut: 4 tutup Biotogrow/ tangki semprot setiat 5 hari sekali ia semprotkan pada tanaman melon hingga berumur 50 hari. Alhasil, Pak Suratmin mampu menghasilkan melon sebanyak 5500 batang. Dengan rincian melon grade A mencapai hasil panen 13 ton, untuk grade B 1 ton dan grade C 1 ton. Luar…

Read More