Petani Harus Tahu! Penerapan Sistem Pertanian Terpadu

Petani Harus Tahu! Penerapan Sistem Pertanian Terpadu

Sistem Pertanian Terpadu, sebuah metode yang mengintegrasikan tanaman, ternak, dan energi terbarukan untuk menciptakan sebuah ekosistem pertanian yang saling menguntungkan. Konsep ini dapat diibaratkan sebagai harmoni yang sempurna antara tiga elemen utama dalam pertanian. Tanaman berperan sebagai sumber pakan bagi ternak, sementara ternak menghasilkan kotoran yang berfungsi sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman. Selain itu, kotoran ternak juga bisa diolah menjadi biogas, yang berfungsi sebagai energi terbarukan. Energi ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin-mesin pertanian, menciptakan sistem yang efisien serta ramah lingkungan. MANFAAT SISTEM PERTANIAN TERPADU Tak hanya manfaat…

Read More

Gerakan Revolusi Tanah, Tanah Subur, Panen Meningkat

Gerakan REVOLUSI TANAH, Tanah Subur, Panen Meningkat

Kepala desa Guyung, Ngawi, Jawa Timur, Pak Sumino membudidayakan padi jenis MD 32. Kini sedang panen dan hasilnya bagus. Ia bercerita pengalaman di masa masa pembudidayaan padinya. Pak Sumino mengolah lahan dengan rutin, spray M21 sebanyak 200 ml/ tangki, hal tersebut agar jerami cepat busuk dan residu pupuk kimia bisa terurai. Alhasil, tanah yang tadinya keras menjadi gembur, lahan subur, tanaman pun sehat. Untuk spray atas atau spray pada tanaman, Pak Sumino menggunakan Biotogtrow dengan dosis 1 tutup Biotogrow/ tangki setiap 10 hari 1x. keuntungannya meliputi: Residu kimia bisa terurai…

Read More

Kenali Perbedaan Unsur hara Makro & Mikro

Kenali Perbedaan Unsur Hara Makro & Mikro

Dilansir dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan tanaman memerlukan unsur hara yang lengkap agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produk yang berkualitas. Pemenuhan unsur hara kebutuhan tanaman merupakan hal yang mutlak dilakukan, karena ketersediaan unsur hara di alam sangat terbatas, dan semakin berkurang karena telah terserap oleh tanaman. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat digolongkan dalam 2 bagian besar, yaitu: UNSUR HARA MAKRO: unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar, yaitu: 1. Nitrogen (N) Sangat berperan dalam pembentukan sel tanaman, jaringan, dan organ tanaman. Nitrogen  memiliki…

Read More

Durian Bawor Berbuah maksimal di Luar Musim

Durian Bawor Berbuah maksimal di Luar Musim

Pak Munawar, petani durian asal Purworejo bertani Durian namun sempat mangkrak 2 tahun. Menemukan solusi, akhirnya Pak Munawar melanjutkan untuk bertani Durian jenis Bawor yang kini berumur jalan 4 tahun semenjak 2020 akhir. Pak Munawar menemukan Fromula DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow) untuk tanaman duriannya. Ia membuktikan, hasil bagus, durian berbuah maksimal. Akhirnya Pak Munawar mengembangkan banyak durian hingga 300 pohon. Sebelum pakai DUO AMPUH tanaman bermasalah seperti, daun kekuningan tidak mau berkembang. Namun setelah mengaplikasikan DUO AMPUH dengan takaran yang pas dan bantuan pupuk kandang hasil panen bagus,…

Read More

Resep Sukses Tanam 24 Ribu Cabe Kaliber, ‎Panen Melimpah

Resep Sukses Tanam 24 Ribu Cabe Kaliber, ‎Panen Melimpah

Petani cabai asal Pekalongan, Jawa Tengah, Mas Catur Novianto berbagi ceritanya dalam budidaya cabai jenis Kaliber. Ia menanam 24.000 batang cabai yang sekarang berumur 121 HST. Dimulai dari lahan pertama yang kompos ditebalkan dan disemprot dengan M21 Decomposer dengan dosis 1 botol M21/ 200 liter air tak lupa taburkan kapur dolomit agar pH tanah netral. Pengocoran pertama di umur 3 HST dengan M21 Decomposer, lalu di umur 7 HST masuk Kno3 merah dan Ultradap. Pengocoran dilakukan secara rutin selama 7 hari. Menurut Mas Catur hama yang paling mengganggu selama ia…

Read More

Gelar Sarjana Tidak Menjadi Penghalang Untuk Jadi Petani Sukses

Gelar Sarjana Tidak Menjadi Penghalang Jadi Petani Sukses

Anak seorang petani, Mas Andri sangat antusias bertani untuk melanjutkan mata pencaharian bapaknya. Petani muda, sarjana manajemen, asal Sragen, Jawa Tengah ini berbagi suka dukanya menjadi petani. Ia bertani padi dan kini sedang panen di musim tanam 1 dengan padi varietas Mekongga. Mas Andri bertani pada luas lahan 6000 m2 dengan total lahan 18.000 m2. Tentu saja tak luput dari kendala seperti: pupuk mahal & langka, adanya jamur dan kresek yang mengganggu. Ia berusaha mengatasinya dengan mengaplikasikan DUO AMPUH (M21 Decomposer dan Biotogrow) pada lahannya. Kendala teratasi, ini dia manfaat…

Read More

Tunas Cabai Muncul Terus, Panen Meningkat Bebas Keriting & Patek

Tunas Cabai muncul terus, Panen meningkat bebas keriting & Patek

Petani asal Karanganyar, Jawa Tengah, Mas Yoto menanam cabai merah besar dengan luas lahan  1500 m2 sebanyak 4000 batang cabai. Sudah berjalan kisaran 5-6 tahun tentu banyak kendala yang ia alami, seperti: keriting dan patek. Mas Yoto membuktikan, dengan aplikasi DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow) untuk lahan cabainya, kendala teratasi: keriting teratasi, patek aman. Pengaplikasian DUO AMPUH ala Mas Yoto: M21 Decomposer: Kunci suksesnya bertani adalah tanah yang subur, dengan itu Mas Yoto mengaplikasikan m21 untuk lahan cabainya dengan dosis 1 liter m21 untuk 1000 m2 sebelum tanam. Biotogrow:…

Read More

Asupan Nutrisi Tuntas Tumpangsari Sukses

ASUPAN NUTRISI TUNTAS TUMPANGSARI SUKSES

Mas Fahrudin, petani melon asal Magelang menanam melon jenis Redwonder di luas lahan 2000 m2 dengan 1300 batang melon. Pohonnya memiliki 2 cabang yang tiap cabangnya bisa hasilkan 2-3 melon. Di usia 62 HST tanaman melon miliknya masih utuh dan segar. Mas Fahrudin berbagi pengalamannya bagaimana bisa sukses bertani tumpangsari yang terdiri dari: bawang merah, melon dan cabai. Untuk olah lahan, spray lahan dengan M21 Decomposer, dengan luas lahan 2000 m2 ia menghabiskan 2 liter M21. Tak lupa mengaplikasikan Biotogrow pada tanamannya. Biasa diaplikasikan bersamaan dengan pemupukan, DUO AMPUH (M21…

Read More

Sukses Panen Terong Naik 50% & Bebas Kutu Kebul dan Ulat

Sukses Panen Terong Naik 50% & Bebas Kutu Kebul dan Ulat

Mas Yoga, petani terong asal Cilacap sedang membudidayakan terong yang kini usia tanamnya 60 hari. Ia berbagi pengalamannya selama bertani terong. Tentu saja tak mudah, banyak kendala yang ia alami seperti: gangguan kutu kebul, hama ulat, dan pertumbuhan tanaman lambat. Tak menyerah begitu saja, mas Yoga mencoba mengaplikaskan formula handal, DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow). Pengaplikasian DUO AMPUH untuk tanaman terong ala mas Yoga adalah sebagai berikut: Biotogrow: 2 tutup/ tangki setiap 3 hari 1x pada masa tanam M21 Decomposer: 2 gelas  M21/ 100 liter air untuk olah tanah…

Read More

Biotogrow Terbukti Lindungi Semangka Dari Trip, Kresek, Kutu & Hama, Buah Besar & Manis

Biotogrow Terbukti Lindungi Semangka Dari Trip, Kresek, Kutu & Hama, Buah Besar & Manis

Pak Ngadino, petani semangka black orange asal Cilacap, Jawa Tengah membudidayakan semangkanya pada luas lahan 2,5 Ha dengan jumlah 9000 tanaman semangka. Kini hasil panennya maksimal, bobot besar, dan buah semangkanya manis. Ia berbagi pengalamannya bahwa ia selalu menggunakan Formula DUO AMPUH (M21 Decomposer & Biotogrow) untuk lahan dan tanamannya. Saat olah lahan Pak Ngadino mengapliksikan M21 Decomposer dengan dosis 1 botol M21/ 200 liter air, lalu 1-2 tutup botol  Biotogrow/ tangki pada masa pertumbuhan. Ia membuktikan, dengan Biotogrow, dapat melindungi dari serangan trip, kutu dan hama pada tanaman semangka….

Read More