Melon hasil panen MANIS dan BISA LANGSUNG MAKAN! Petani melon asal Sragen, pak Supardi menanam melon jenis sweet D-25 & Rock Melon Ceria dengan luas lahan 500 m2 dapat hasilkan melon sebanyak 1100 batang. Namun tak luput dari kendala, boros pupuk menjadi salah satu kendala yang dialami pak Supardi. Tak menyerah, pak Supardi menemukan DUO AMPUH, alhasil jadi menghemat pupuk hingga 25%. Pestisida pun dapat bekerja efektif bisa dicampur Biotogrow. Hama dengan mudah teratasi. Pak Supardi mengaplikasikan 1 liter M21 Decomposer untuk olah lahan pada luas tanah 500 m2, dikocorkan…
Read MoreYear: 2023
Melon Panen Maksimal Tanpa Olah Lahan
Petani melon asal Sragen, Jawa Tengah Pak Anto telah bertanu selama 10 tahun dan menggunakan Biotogrow sudah 5 tahun lebih. Ia pun membuktikan keuntungan menggunakan Biotogrow untuk lahan dan tanamannya. Dalam setahun, Pak Anto bisa menanam melon sebanyak 3-4 x tanpa olah lahan atau tanpa pemberian pupuk dasar. Akhir – akhir ini lahan melon miliknya rutin dikocor dengan Biotogrow Kocor Bawah. Ia mengaku, dalam setahun bisa panen 3x, bongkar mulsa 1x tanpa olah lahan. Hasil panen melon pun maksimal walau tanpa pupuk dasar. Pengaplikasian Biotogrow apat dicampur insektisida atau fungisida….
Read MoreJangan Panik Menghadapi Sapi Yang Terkena Lumpy Skin Disease (LSD) Oleh : Dr. drh. Budi Purwo Widiarso,M.P
Virus LSD Lumpy Skin Deseases atau di sebut juga dengan Cacar Ternak di sebabkan oleh virus dari keluarga Proxividae. Serangan Virus ini di awali dengan Demam hingga mencapai 41 derajat celcius, Sapi tidak mau makan, munculnya nodul–nodul di sekujur tubuh dengan berdiameter 2-5 cm, plak nekrotik di selaput lendir pernafasan dan rongga mulut. Serangan virus ini berdampak besar bagi para peternak dari sisi ekonomi, karena mengakibatkan ternak kurus, turunnya produksi susu, infertilitas, keguguran dan kerusakan pada kulit, periode penyembuhanpun memerlukan waktu yang lama jika tidak di tangani dengan Tepat. PENGOBATAN…
Read MoreBagaimana Hasilkan Bobot Optimal Dengan Teknologi Probiotik
Sapi sehat dan gemuk adalah dambaan para peternak karena dapat memberikan banyak keuntungan. Kali ini Dokter hewan, Drh. Budi P. Widiarso, MP membahas mengenai bagaimana cara menggemukkan sapi. Berawal dari pemilihan pejantan dari beberapa ras seperti: Limosin, Simmental, Brahman dll. Hal ini pasti sudah dipahami oleh para peternak. Lalu langkah – langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan para peternak dalam menggemukkan sapi yaitu sebagai berikut: Pilih bibit sapi yang cepat gemuk Pilih sapi yang normal dan sehat Pemberian pakan yang berkualitas: dengan minimal 10% dari berat badan sapi, berikan sapi pakan…
Read MoreBahagianya Para Petani Tomat, Pertumbuhan Cepat, Panen Meningkat
Para petani tomat asal Tegal, Jawa tengah puas dengan hasil panennya. Mereka mengaku puas dengan hasil panen saat menggunakan Biotogrow. Pak Zaidullah Nur mengaplikasikan Biotogrow pada tanaman tomatnya setiap 10 hari. Hasilnya bagus, 1 tangkai bisa hasilkan 5-6 buah. Ia pun mengaku pertumbuhan tomatnya bagus. Usia tanam 60 hari tomat bisa dipetik, kini Pak Zaidullah sudah petik yang ke -3 kalinya. Hasil panennya capai 5 kw. “Pakai Biotogrow irit, bagus untuk semua jenis tanaman” tuturnya. Petani asal tegal lainnya pun mengaku hasil panennya maksimal dengan luas lahannya 1 Ha. Hebat…
Read MoreBIOTOGROW Semprot & Kocor Bawah
WASPADA!! DARURAT LAHAN KRITIS Tanah sehat dan subur adalah kunci sukses dalam bercocok tanam, karena tanah merupakan media tanam yang menyediakan semua kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kondisi tanah saat ini mayoritas mengalami kerusakan dan penurunan fungsi karena kondisi fisika, kima dan biologi tanah yang rusak akibat penggunaan produk kimia jangka panjang. SOLUSI KONGKRIT PERMASALAHAN KERUSAKAN TANAH SAAT INI Dengan teknologi mikrobakteri KB (Kocor Bawah), bekerja sangat cepat dan efektif sesuai kebutuhan pada tanah. Biotogrow KB mengandung bakteri lengkap dan tangguh, mudah diaplikasikan karena bisa dicampurkan dengan semua jenis produk kimia….
Read MoreTerong Super, Buah Besar & Banyak, Tahan Virus
Petani Hortikultura asal Sumedang, Mas Abdul menceritakan pengalamannya saat bertani yang luar biasa. Ia sudah 3 tahun terjun di dunia pertanian. Mas Abdul sudah berpengalaman menanam bermacam tanaman hortikultura seperti: terong, kol, cabai, tomat dll. Namun, tetap saja kendala tak bisa dihindari seperti pertumbuhan dan buah yang dihasilkan dari lahannya tidak maksimal. Tak menyerah, mas Abdul mengaplikasikan DUO AMPUH (M21 decomposer & Biotogrow) untuk lahan dan tanamannya. Berikut rutinitasnya dalam pengaplikasian DUO AMPUH: M21 Decomoposer: diaplikasikan 250 ml/ tangki setelah penyebaran pupuk kandang & dikocor sebanyak 40 ml/ 20 liter…
Read MoreTips Jitu Sukses Budidaya Durian Bawor
Petani durian asal Pekalongan, Muhammdan Adi Rianto, Mas Irin dan Dwina Darusman, Mas Duwel membagikan pengalamannya dalam membudidayakan durian Bawor. Awal penanman durian mereka mulai pada tahun 2013 dengan bibit berukuran 60 cm. Setelah 2,5 tahun durian pun mulai berbuah. Ketika sampai di usia 10 tahun, produksi durian maksimal. Tak luput dari kendala, Mas Irin dan Mas Duwel mengalami kendala pada buah dan serangan hama. Mereka sudah mencoba banyak pupuk dan akhirnya menemukan DUO AMPUH (M21 decomposer & Biotogrow). Kini mas Irin dan Mas Bawor tak lagi repot mengatasi hama….
Read MorePanen Bawang merah Josss, Benih 130 Kg Panen 2 Ton
Mas Bambang, petani bawang merah asal Magetan menanam bawangmerah jenis Bauiji Thailand yang sekarang berusia 36 hari. Ia rutin menggunakan Biotogrow sejak umur bawang merah 10 hari dengan dosis 2 tutup botol Biotogrow/ tangki disemprot setiap 6 hari sekali. Hasilnya pun bagus hingga panen maksimal. Dengan benih 130 kg, mas Bambang dapat hasilkan bawang merah hingga 2 ton. Terhitung capai 60 juta. Mas bambang menanam bawang merahnya dengan luas lahan 90 RU (1250 m2) dan metode penanaman yang rapat. Hasil panen tetap maksimal dengan menggunakan Biotogrow. Ingin seperti mas Bambang?…
Read MorePanen Melon Modal 25 Juta laku 77 Juta
Anto Lembong atau biasa dipanggil mas Lembong petani melon asal Sukoharjo, Jawa tengah bertani melon varietas Pertiwi dan Aroma. Ia menanam melon sejumlah 7500 batang. Pengalaman 9 tahun bertani, mas Lembong mengaku bertani melon lebih menguntungkan daripada bertani tomat. Panen melon pun sampai 3X lipat lebih banyak. Tak luput dari kendala, mas Lembong juga pernah mengalami kerugian seperti hasil panen hanya capai 3 juta sedangkan modal yang dihabiskan 35 juta. Penyakit keriting dan yang utama yaitu layu bakteri bermunculan menyerang lahannya. Tak menyerah, akhirnya mas Lembong dapat melalui itu semua….
Read More